Star Seed di Berlin

Star Seed, film pendek yang saya produksi pada tahun 2024 di Studio Kalahan milik perupa Heri Dono, minggu kemarin, tepatnya 17 September 2026, diputar di Berlin.

Saya tidak menyangka film ini akan menemukan penonton baru di sana.

Sempat terpikir, apa mungkin karena film ini diproduksi di Studio Kalahan? Heri Dono sendiri cukup sering berpameran di luar negeri. Barangkali secara tidak langsung Star Seed membawa sedikit DNA itu. Selain dibuat di studionya, film ini juga dimentori oleh beliau, dan beberapa karakternya terinspirasi dari karya-karyanya.

Walaupun baru Star Seed-nya yang pergi ke luar negeri, belum sama filmmaker-nya, itu sudah sangat membahagiakan. Sungguh.

Perjalanannya berawal ketika saya mengirimkan Star Seed ke Layar Seasri Film Festival di Wonosobo. Film ini lolos kurasi dan saya kemudian diundang ke sana. Dari situlah saya bertemu dengan Moch Alvi, filmmaker sekaligus festival director Layar Seasri. Kebetulan, film terbarunya saat itu juga lolos ke sebuah festival di Jerman.

Kemudian ia membawa beberapa film dari Layar Seasri untuk diputar di sebuah ruang pemutaran alternatif di Berlin.

Suatu malam, Moch Alvi mengirim pesan WhatsApp dan meminta izin untuk memutarkan film saya. Pesannya dikirim tengah malam, jadi saya baru membacanya ketika bangun pagi.

Saya membaca pesannya, lalu langsung tersenyum dan buru-buru membalas.

“Pagi yang indah,” kata saya dalam hati.

Ada sesuatu yang menyenangkan ketika mengetahui karya yang sebelumnya dibuat di sebuah studio di Yogyakarta, perlahan berjalan sendiri dan bertemu dengan orang-orang yang bahkan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Terima kasih banyak Moch Alvi dan Layar Seasri Film Festival yang telah menghantarkan Star Seed sampai ke Eropa.

Semoga suatu hari nanti filmmaker-nya bisa ikut menyusul.

Scroll to Top